Saturday, March 11, 2017

KAMPOENG OELIN SAMPIT

Masih di Pulau Kalimantan, tepatnya di Provisi Kalimantan Tengah, (still stay here) dalam 1-2 bulan terakhir ini kondisi cuaca di Kota Palangka Raya hampir serupa dengan cuaca yang ada di beberapa kota besar di Indonesia, cenderung dingin, berawan, ketika malam dan cerah ketika siang, berasa dingin terus pokoknya ngga kaya biasa, mungkin karena kalo siang saat panas posisi sedang dibawah AC Kantor hehe.

Saat cuaca seperti ini akhir Bulan Pebruari kemarin kegiatan aku dinas ke Kabupaten Seruyan, tepatnya di Kuala Pembuang, Kalteng. Kalau dulu berasa semangat banget dinas kesana sini, tapi sekarang nggak sesemangat biasa karena aku perempuan sendiri, It means aku di kamar sendirian, dan mau itu hotel bagus, tidak bagus, layak, tidak layak tetep aja menurut aku horror………………………………………………

Skip sudah bt dah

Perjalanan yang dibutuhkan dari Palangka Raya ke Kabupaten Seruyan kurang lebih 8 jam, istirahat dulu di Sampit seperti biasa. Perjalanan yang seperti sebelum-sebelumnya, kebun tidak beraturan, bukit, tanah lapang, beberapa keramaian desa, tanah merah, rumah-rumah panggung ala setempat.
Sampai Sampit, seneng banget karena kita akan mampir ke tempat makan yang so yummy, all about seafood, paling favorit adalah Ikan Jelawat telor asin, etdaaah lezat tiada taraaa…

Kalo ke Sampit nggak ada rasa kalau ngga cerita soal masa dulu, jiwa ini secara otomatis terbawa ke latar tahun 2001. Kawasan yang terkenal setelah Palangka Raya di tanah Kalteng ini. Makan-makan enyaaakkkk…. Tanpa sadar, makan selesai, dan perjalan lanjut ke Kuala Pembuang.

Penanaman Pohon Bersama, di PLTU Pulang Pisau, Kalteng 29 Oktober 2016

Mobil model travel yang biasa angkut rombongan PDKB berubah menjadi rombongan siap menanam bibit di PLTU terhanyar kita, PLTU Pulang Pisau Jl Lintas Kalimantan, Desa Mintin. 

Perjalanan kesana kurang lebih 2 jam, dan setengah perjalanan aku habiskan untuk TIDUR hehe. Jarak yang ditempuh sekitar 106 Kilo (sumber: GoogleMaps) jalan yang saya lewati ini masih sama seperti pertama kali aku lewati, penuh dengan rimbun pohon liar tak beraturan, ini pemandangan yang unik, dan takjub saat pertama kali datang kesini. Melewati jembatan panjang yaitu jembatan Tumbang Nusa, kemarin aku tanya sama driver kantor panjangnya hampir 13 Kilo. Angin gelebug pun berkejaran masuk kedalam mobil model travelo yang memang tidak ada AC, AG (Angin Gelebug) heheh itulah yang membawa saya larut terpejam, daripada mabuk kendaraan gara-gara masuk angin, ngga lucu kan badan udah macam raksasa masih mabuk :’))

Ok sampai Pulang pisau, sepenglihatan aku tidak ada tulisan terang-terangan bahwa disana ada PLTU. Sepintas terlihat kecil PLTU nya, tapi memang kecil sih hehehe 2x60MW, yaaa jauh banget lah kalo bandingannya sama di Jawa sana, PLTU ini merupakan salah satu proyek kelistrikan 35.000MW dari Presiden RI kita, jadi merasa secara terhormat untuk ikut serta setiap part dari kegiatan tersebut. PLTU China ini diharapkan mampu bertahan dalam jangka waktu lama disamping dana yang memang efisien, Pengelola (PJB, PJBS) juga terlihat dideretan apel pagi kemarin, pejabat-pejabat seperti GM PLN Wilayah Kalselteng Pak Purnomo, dan Direktur PJB Pak Hendri, Manajer Area dan Para Asman, turun memeriahkan Penanaman Pohon Bersama ini.

Harapannya dengan Penanaman Pohon ini kita dapat menghijaukan PLTU kita menjadi Porper Hijau sesuai dengan K2K3. Setelah sebelumnya kita membangun PLTU ini memangkas ratusan pohon untuk tujuan bersama yaitu melistriki masyarakat lebih jauh lagi. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan menjalin silaturahmi antar PLN dan Mitra.