Tempat wisata dan tempat hiburan
disini menurut aku memang kurang terekspos, ada sih, namun menurut aku masih
kurang. Menurut aku pribadi nih sebagai pendatang, memang kalo misalnya
jalan-jalan siang keluar memandang indahnya awan di Kota Cantik ini perlu
mengikhlaskan tubuhnya amat berkeringat dan kulitnya menghitam, so, perlu
banget bawa payung, topi atau bahkan kipas tangan untuk melindungi kamu dari
hal-hal yang aku sebutin tadi.
Berawal pingin eksplor Kota
Palangka Raya, ngga cuma Tugu Soekarno atau Susur Sungai, Aku (Vina Egiane),
Mba Mina, Abram dan Alvie memberanikan diri mendatangi orang Kasongan (read:
Mas Anhar) sebenernya bukan orang Kasongan sih, do’I pendatang juga, cuma
kawasan kerja sidin disana, sidin juga tau lokasi yang bakal kita datengin
“Danau Biru” Pendahara Kasongan.
Perjalanan ke Kasongan sekitar 1
jam, dilanjut ke jalan yang dituju sekitar 45 menit, total 2 jam kurang 15
menit. Terkantuk-kantuk perjalanan kesana, amat sangat. Hehehe
Akhirnya Mas Anhar sudah
nunjuk-nujuk sekitar 500 meter lagi kearah kanan, disana ada 1 mobil Juke
merah, tidak ada tugu atau tempat pembelian tiket tanda ada sesuatu yang indah
disana, hanya ada jalan beraspal dengan bahu jalan penuh pasir putih dan
kerikil. Kami pun parkir tepat dibelakang mobil Juke merah tepat dibahu jalan
beraspal, untuk mencapai danau tersebut perlu melewati kayu penyebrangan
selokan kering tanpa air dengan kedalaman satu meter.
Indaaaaaaaaaaaaaaaaah banget… ngga nyangka banget ada tempat seindah ini di Kasongan.. lope lope deh
Beneran biru…
Asal muasal Danau ini sih menurut
komen pada foto postingan di Instagram aku,
“sebenarnya itu awalnya cuman bekas galian buat timbunan jalan ka, dan
lubangnya ada 3 dulu. Itu semua keisi oleh air hujan dan ngga tau kenapa airnya
jadi berwarna biru … karena banyak sekali pengunjungnya. Jadilah inisiatif ayah
saya untuk memperbesar lubangnya dan manjadikannya satu kaya danau gitu”
Ada lagi yang bilang danau ini
dulunya tambang emas, kalo memang iya
tambang emas, dahsyat sekali ya tanah air kita ini, lautannya yang kaya akan
penghuni bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia, daratan atau pulaunya yang
kaya akan hasil bumi luar biasa. Masya Allah, nikmat mana yang lagi yang engkau
dustakan.
Danau yang berada di Desa Tewang
Rangkang
