Semacam balas dendam, mumpung ada disini, sebelum
bisa mutasi ke Kampung Halaman…. Ops! Bosen ya harapannya gitu terus? ya sabar siiih kan
setiap orang punya harapan dan impian yang diinginkan, caranya agar tercapai ya diucapkan berulang dan diaamiinkan oleh lawan bicara.
hehehee
Mumpung ada disini, dinas disini, bekerja terus
nggada habisnya, ya explore Sukamara boleh dong.
Minggu, 5 Agustus bulan lalu, kita berangkat pukul
3 pagi, alasannya karena ingin mendahului matahari sampai pantai. Memang kekuatan dadakan itu selalu tepat terlaksana, sampai lupa isi bensin semalam, bensin sudah Empty! Deg degan, karena tidak ada Kios BBM yang buka jam segini
(di Kota Sukamara ini hanya ada satu POM Bensin, Kios BBM mendominasi) baiklah….!
Deg deg an asli tjuy! Ya itulah wanita, apapun dibuat panik, dan fungsi lelaki
adalah menenangkan. Baiklah.. tenang..
Alhamdulillah bensin full setelah
melaksanakan Sholat Subuh, bersyukur karena listrik ada dimana pun kalian berada, disitu
pun terdapat kawanan kita yang memiliki kios BBM.
Pantai Cabang Barat
Indahnyaaaaaaaa..... langit masih samar-samar, ada sedikit cahaya dalam kegelapan subuh
itu, dipinggir pantai pula. So yummy gurih gurih gimana gitu.
Jalanan yang masih setapak (dalam proses aspal)
membuat perjalanan kita memiliki backsound, coba bayangkan backsound jalanan tanpa aspal dan hanya pasir bercampur tanah
seperti apa.
Destinasi pertama Pantai Sungai Anugerah, pasir
putih, pohon kelapa, nelayan, semua menyatu dengan hawa pagi hari, sepi tjoy,
masih lenggang, hanya ada kucing berlalu lalang dengan lenggokannya.
Mendung, sedih am…. :(matahari dan kita pun tak tahu
siapa yang bertemu lebih dulu dengan pantai, redup bahkan cahayanya tak mampu
untuk menembus lapisan awan sendu.
Tapi sendu tak berlangsung lama, karena kita masih
dapat berkejaran dengan angin, hawa pantai memang bikin nyaman, betah,
setuju???
Next perjalanan menyusuri bagian selatan Pulau
Kalimantan, yang dekat Mercusuar, apik banget geeeeng disana…
Kesana, masih ditutup, dan ada beberapa pekerja, orang pribumi yang sangat hangat menyambut kita. Batal untuk ke Mercusuar, next ke Pantai Sungai Raja.
Kembali takjub, melihat pinus-pinus, (pinus gitu ya itu,,) yang tumbuh di daerah
pantai, ada ikan pula di danau kecil, tapi fokus ini terganggu oleh aroma
kotoran sapi hahahaha, iya banyak sapi, besar-besar lagi, difoto ini ngga ada
sapinya, huhuhu. Tapi mendekati pantai aroma itu hilang, karena angin pantainya. Ohya selain itu pengurus disini mendirikan bangku yang etnik dan
ayunan khas dari kayu untuk memberi kesan masih menyatu dengan suasana alam. Anginnya
dahsyat memang, gueeeede banget, adem. Sangat amat menikmati, bahkan ngga
peduli deh ini kerudung udah bengkok macem tenda pengungsian. Hehehe
Betah banget, paling lama deh disini kayanya,
karena memang fresh bat pokoknya dah, sampe liat jam aja cuma sekali, waktu itu
jam 7.15 pagi.
Betapa indahnya ya sebagian kecil dari bumi kita
geng, sukak atulah!! Ngga tau ah ngga bisa ngomong lagi aku mah.
FIX harus balik lagi mercusuar.
Berhasil bertemu dengan kuncen mercusuarnya, hanya
dengan Rp. 10.000,-/orang kita sudah bisa naik keatas. Ada anak tangga yang
bikin ngos-ngosan, tapi ingin cepet-cepet sampai atas, daaaaann masya Allah…. So
awesome, sempat gemetar ini tuur ya Allah ninggali ketinggian, hiih aing serem
pisan, tapi ya terkalahkan dengan ke awesome an suasana diatas sini.
Dan ternyata ini kunjungan akhir ke bibir pantai Kalimantan.
Banyak sebenernya yang belum diceritain.
Tapi ya cukup untuk mengisi blog yang sepi ini..
hehehe :D











