Tuesday, August 1, 2017

Sukamara 2002 - 2017 Menanti Terang selain Bulan

Mungkin sudah mulai membiasakan diri disini. Kabupaten terujung yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah, kebayang dong gimana rasanya berada di perbatasan provinsi, banyak isu yang bilang kalo kurang diperhatiin lah, sepi, ngga ada hiburan sama sekali, daaaaaan yang saya lihat selama sebulan ini, memang begitulah adanya..... Jauh dari keramaian....

Lalu saya baru tersadar mengapa kami semua harus ditempatkan disini....... 

Suatu desa yang jauh dari gemerlap Ibukota Jakarta, sangaaaaaaaat jauh.
Belajar menyesuaikan diri dengan Bahasa yang agak sedikit beda dari Palangkaraya, ini salah satu tantangan dan guyonan tersediri ketika berusaha berbicara dengan lawan diskusi orang asli Sukamara, hehe ada ada saja Bahasa di Indonesia, tapi aku suka!

Hal lain yang aku suka, ketika membayangkan diri ketika bekerja di lingkungan rumah, bersama sanak keluarga, sesekali pergi berlibur dan berkunjung ke rumah nin atau paman saat weekend,
so perfect I am..
tapi saya kembali berpikir, setiap pilihan pasti selalu ada
suka dan tidak suka,
nyaman dan tidak nyaman,
kesal dan tidak kesal,
cara untuk tidak perang hati, batin dan pikiran adalah mengerucutkan pilihan positif dalam semua aspek, insyaAllah semua damai.

Entah berapa lama saya disini, selalu saya nikmati hari demi hari dan beribu tantangan yang saya hadapi (lebay am beribu),
Alhamdulillah banyak juga pelajaran yang saya ambil ketika di Palangka, lalu saya aplikasikan disini. Yes itu berhasil.
Selalu ceria, dan berpikir positif, ohya satu lagi sebar hawa positif ya…

Kesan pertama kali kesini, makkkk ko gelap banget jalan sebesar ini, yups!! jalan raya gelap, lampu jalan hanya berdiri kokoh membelah jalan tanpa menyinari jalan sedikitpun. Ini lah Sukamara, defisit listrik, Pemda memiliki tunggakan. 

Perencanaan dan pengadaan mesin agar tidak defisit sudah dicanangkan 3 tahun lalu… berbagai usaha, ikhtiar telah dilakukan, pada akhirnya sudah mendekati klimaks, mulai lah pengerjaan serius sekitar dua bulan lalu.
Selama dua bulan itu deg-degan, haru, bahagia, kecewa, semua rasa pernah dialami penghuni tanah Sukamara ini, khususnya untuk para pejuang penerang kota ini.
Padam seluruh kota, tak sekali dua kali.. Astagfirullah, beginikah tempat yang sekarang saya tempati,
Rasa bersyukur selalu dominan, karena kita memiliki tim yang solid, kuat dan saling mendukung.
Paska mesin baru masuk untuk Kota Sukamara, berangkus kota tidak mengalami pemadaman bergilir, dan bidang lain mengecek seluruh keadaan lampu jalan, untuk memastikan aman apabila dialiri listrik.

Tepat pada saat Hari Pembukaan Tahunan Sukamara Fair, rasa haru melihat jalan tak lagi gelap, lampu jalan kini terang....
Lalu, yang membuat lebih indah adalah...... masyaAllah… Lampu jalan hias berbentuk kupu-kupu dan bunga dengan warna yang senada berkelap kelip, menghiasi kegelapan malam di Kota Sukamara.

Hiburan malam masyarakat Kota Sukamara kini sangat amat ramai, dibandingkan keheningan jalan pada pukul delapan malam. Berbeda dengan Ibukota Kalteng, meskipun hampir sama sepi sih, Cuma masih tetep ramai palangka wkwkw.. semua tempat memiliki hal ciri khas tersediri yang mewakili Kota itu sendiri, bagaimana kita menyelidiki dan mencari tau ke khasan itu sendiri..

No comments:

Post a Comment