Judul : THE MOTEL (pastikan anda tidak bermalam disini)
ISBN : 9789791133562
Penulis : Ari Z. Nanto
Rilis : 2007
Halaman : 122
Penerbit : Puspa Swara
Bahasa : Indonesia
Harga : Rp. 24.000,-
Ukuran buku : 115x195mm
Sinopsis
Shhh ! Kamu harus cepat-cepat pergi dari sini...! Ia tersadar dari tidur. Sambil memegangi kepalanya yang terasa berat, ia mencoba mengingat apa yang telah terjadi. "Jangan berisik. Nanti mereka dengar." "Mereka? Mereka siapa?" "Ada rahasia dalam rumah ini." "Maksdunya? Saya benar-benar gak ngerti." "Dengar. Sebaiknya kalian semua segera pergi dari sini. Di sini terlalu berbahaya." "Tapi kami gak mungkin pergi begitu saja tanpa ..." "Maaf. Tapi dua teman non itu sudah ..." Aghhh ... Seandainya kami tak terjebak disini ....
Kehidupan seorang PORPHYRIA
oleh : Vina Egiane
The Motel merupakan novel yang diterbitkan oleh aksara 13, puspa swara, novel ini yang membuat bulu kuduk saya berdiri, merasa jijik, terkaget-kaget, bahkan mengerutkan dahi selama saya membaca novel. Saya fikir hanya ada dalam cerita kartun atau pemikiran manusia saja, tapi ternyata ada seseorang yang mengidap penyakit lebih dari anemia. Pengidapnya bisa-bisa menyuruput darah manusia dengan cara apapun.
Dalam novel ini, si penulis menelusuri keberadaan PORPHYRIA, sejarah tentang para pengidapnya. Ari menokohkan Nyonya Eli sebagai peminum darah segar tokoh-tokohnya. Nenek dari gadis muda berparas cantik bernama Lisa yang memiliki sebuah motel terpencil yang didampingi oleh pembantu Pak Brata dan Bu Brata yang senantiasa menjaga Lisa, anak dari majikannya Pandu Wijaya dan ibunya yang sudah meninggal dunia. Pandu Wijaya seorang dokter yang banyak membutuhkan organ dalam manusia dalam praktek kerjanya, dia jarang berkunjung untuk menjenguk anak dan ibunya di motel tua itu karena sibuk. Memanfaatkan hal ini, Dokter Pandu memerintah Pak Brata membunuh orang-orang yang menginap di motelnya agar dapat mengambil organ tubuh para korban. Sementara darahnya, menjadi santapan setiap hari ibu dari pak dokter itu, Nyonya Eli, dalam hal ini, Bu Brata yang selalu mengantarkan santapan itu ke kamar nomor 13, yang ditempati Nyonya Eli.
Yang lebih menegangkan, pembaca terbawa oleh cerita sebelumnya, yaitu berawal dari sebuah produksi film Young Direction Entertainment akan menggarap sebuah film yang diminati pada jamannya, horor, misteri, dibawah pimpinan Yogi Dirga serta disutradarai oleh Zirwan Rusli seorang sutradara yang sukses dalam menjalankan produksinya itu mengangkat artis baru, Virgil Albinia, Mimi Zerlinda, Irma Robia, si kembar Trista dan Trixie Juno, Addo Farman serta Saladin. Mereka inilah yang terjebak dalam motel terkutuk itu, satu persatu dari mereka mulai menghilang dari motel. Salah satu dari mereka bahkan ada yang melihat temannya terbaring dengan tubuh bagian dada terbuka lebar seperti habis di sayat benda tajam dengan darah mengalir pada sebuah kamar.
Novel horor yang pertama saya baca ini berhasil membuat saya takjub dengan tuturan kata penulis, banyak pengetahuan yang saya ambil dari novel ini, seperti vampir, kehidupan porphyria, tokoh-tokohnya dan masih banyak lagi.
Disayangkan, novel ini tidak begitu semua orang tau keberadaannya, kecuali para penikmat novel misteri, selain itu, sangat minim peminat novel yang berbau horor, padahal banyak sekali pelajaran yang dapat diambil.
Sebenarnya ada pengobatan bagi para pengidap porphyria, tetapi banyak yang beranggapan salah, yaitu dengan cara meminum darah. Seperti pada novel ini Nyonya Eli, yang bertubuh tinggi besar seperti monster, sifat porphyria yang dimilikinya ini menurun pada cucunya Lisa, dia memiliki gigi taring yang mulai memanjang.


No comments:
Post a Comment