Showing posts with label assignments. Show all posts
Showing posts with label assignments. Show all posts

Friday, July 3, 2015

NEWS LETTER (1)

 Assalamu'alaikum...
Lain dikampus lain dikuliah, bikin poster memang hal yang tidak bisa terlewatkan dalam hidup ini, haelaaaahhhh seneng ko ngerjainnya, tapi yang pasti ngerjain ini tuh deadline banget, macem kaya maling harus lari-lari sekuat tenaga hehehe

Yes, this is a result, I am satisfy to it, proud to my self when I looked my "homework"

Saturday, March 22, 2014

Break The Role!

Hai Hai!
mmm I broke the plan I have made yesterday, that I didn't come today, but I came to the Campus ahaha, I re-think that I will be regret if I didn't come to face my preceptor!
about an hour way to the Campus, but met my preceptor only a minutes, chit chat and talked a little things about my activity in company and a tell a story to her, hhehe it is a foreverglo

I have some reasons about this un-consistence way..
because what? in my mind I have responsibility to made my self growth up! and thinking in the future, yes I sick yesterday, my head didn't understand me, but I must impost my self, even though it isn't a big problem about my head!

oke think smart and look at the future about you made or you done today and yesterday! 

and I have a quote for this Friday Night from iwearup's instagram!



Tuesday, November 27, 2012

G H Universal Hotel LEMBANG, BANDUNG

wow, morning Kopo, morning Setiabudi, I have a trouble when I went to the hotel in this morning, oke forget it!! hehe
Kopo-Setiabudi-Kopo is not bad, because I have a lot of experience in the hotel, not only having a table manners, but also take many pictures in there, the speaker said 'you should be thankful can take a pic in this hotel, for our lodgers must pays ten million,' wow hahaa how lucky we are hehe :D









Sunday, October 23, 2011

share tugas kembali :)

iya mundur 6 minggu kebelakang aku udah kuliah di Politeknik Negeri Bandung tinggat 1 di jurusan Administrasi Niaga, prodi Manajemen Pemasaran..
nama prodinya juga udah pemasaran, pasti semua tugas bertemakan pemasaran atau marketing..
ada tugas bikin power point pemasaran, aku hampir 70% nya copy dari Diana Rikarsari, sebagai bahan buat kreativitas sama pembelajaran ya ka Diana, berharap kaka bisa memaklumi :)

sedikit rekapan tugas aku 


icon nya


simpel amaaaaaaaaaaaat :DD hahaa
sekian :)
yang lainnya harus lebih kreatif dari aku yaaa ocee

Wednesday, June 8, 2011


actress and actor in 'ame' film

mau mengulas film 'AME' lagi nih. Kali ini nim mau kasih tau siapa saja pemeran inti yang ada di film 'AME'. Langsung caw aja yaa~




Sony Sanjaya (Egi), Tarnimatul Ummah (Dokter), Vina Egiane (Felisha)


Vina Egiane mendapat peran sebagai Felisha. Felisha adalah seorang siswi SMA yang menyukai hujan. Dia beranggapan bahwa hujan telah mempersatukannya dengan seseorang yang membuat harinya berwarna, sampai sampai dia lupa dengan apa yang sebenarnya ada di balik kekokohan tubuhnya.


Sony Sanjaya sebagai Egi, siswa SMA yang memiliki keisengan yang khas. Dia adalah salah satu alasan mengapa Felisha begitu menyukai hujan.






Balada Ananda Nurinsani berperan sebagai Nanda, sahabat karib Felisha. Di film ini dia adalah seorang cewek yang cara bicaranya nyeplos dan sangat sayang kepada dua sahabatnya.




Sony Sanjaya (Egi), Vina Egiane (Felisha), Esti Nursolihat (adik egi), Shella O (sela)


Shella O sahabat Felisha dan Nanda yang akrab dipanggil Sela oleh keduanya. Sela adalah satu-satunya sahabat Felisha yang mengetahui apa yang sebenarnya ada di balik kekokohan tubuh Felisha.




Sony Sanjaya (Egi), Esti Nursolihat (adik egi), Shella O (sela), Tarnimatul Ummah (dokter)


Esti Nursolihat adalah adiknya Egi yang memiliki dendam tersembunyi pada Felisha. Hingga dia terpaksa bermuka dua untuk memenuhi dendamnya.


Tarnimatul Ummah hanya berperan sebagai Dokter di sebuah rumah sakit terkemuka (cita-citaku ~amin)




Itulah kami
Kawan, apakah kalian mengingat dan merindukan masa itu? ah jadi sedih deh nginget perjuangan banting tulang banting otak banting kamera *ups maaf nda ga dibanting ko kameranya hhihi~'

COPYRIGHT 

About 'AME' Film



Tau ga ini film apaan (pasti gatau) haha It's ok. Ini tu film yang punya judul AME =  ( kanjinya). Ame itu bahasa jepang dari kata Hujan. Tapi ko di cover film nya ada tulisan (あめ) ?  Nah gini ceritanya (malah cerita)   berhubung disekolah baru diajarin huruf hiragana, nah kita cuma bisa nulis ame pake hiragananya (あめ) dan bukan pake kanji () biar temen-temen bisa bacanya hehe.
Lah kenapa pake bahasa jepang dan ga pake bahasa Indonesia ato inggris? Soalnya film ini sedikit berbau jepang (baunya gimana ya? pikirin aja sendiri) ada mitos jepang nya gitu lah~


Ko film nya gada di TV apalagi XXI ? yaiyalaah~ haha ini kan bukan film biasa (tapi sangat super biasa) ini cuma film amatir yang kita buat demi memenuhi panggilan tugas TIK. Awalnya sih bingung mau bikin film apaan. Eh akhirnya Allah menurunkan inspirasi dan sebungkus ide cerita saat gue lagi ngendarain motor (aneh tapi asli loooh) dan jongkok di suatu tempat (jangan tanya dimana). Alhasil dalam tiap malem gue mikirin konsep ceritanya.


Keesokan harinya gue rundingin tuh ide cerita, trus muncul deh kritik dan saran dari para crew (gaya dikit). Akhirnya konsep cerita udah mateng dan siap disantap (loh?).
Nah malemnya gue matung depan netbook mungilku terkecil (hhaha) ngapain? ya buat nulis skenario lah~
Dan akhirnya *jungjengjungjengjungjeng* (ala sinetron kalo mau bersambung) sekenario itu selesai dalam waktu singkat, hanya semalam sodara sodara semalaaam (berlebihan dikit) haha tepatnya jam sekitaran lah haha.


Dan keesokan harinya skenario di print dan di copy lalu dibagikan kepada para crew. Eits belum beres nih ceritanya. Ntar deh kita lanjutin ceritanya di Serba Serbi Saat Shooting atau S4 (maksa) kalo ada waktu luang (so sibuk ceritanya) haha.


dadaaaaah~

Sunday, November 14, 2010

judul resensi : Kehidupan seorang PORPHYRIA

Judul                         : THE MOTEL (pastikan anda tidak bermalam disini)
ISBN                        : 9789791133562
Penulis                      : Ari Z. Nanto
Rilis                          : 2007 
Halaman                   : 122
Penerbit                    : Puspa Swara
Bahasa                     : Indonesia
Harga                       : Rp. 24.000,-  
Ukuran buku            : 115x195mm

Sinopsis


Shhh ! Kamu harus cepat-cepat pergi dari sini...! Ia tersadar dari tidur. Sambil memegangi kepalanya yang terasa berat, ia mencoba mengingat apa yang telah terjadi. "Jangan berisik. Nanti mereka dengar." "Mereka? Mereka siapa?" "Ada rahasia dalam rumah ini." "Maksdunya? Saya benar-benar gak ngerti." "Dengar. Sebaiknya kalian semua segera pergi dari sini. Di sini terlalu berbahaya." "Tapi kami gak mungkin pergi begitu saja tanpa ..." "Maaf. Tapi dua teman non itu sudah ..." Aghhh ... Seandainya kami tak terjebak disini ....




Kehidupan seorang PORPHYRIA
oleh : Vina Egiane


The Motel merupakan novel yang diterbitkan oleh aksara 13, puspa swara, novel ini yang membuat bulu kuduk saya berdiri, merasa jijik, terkaget-kaget, bahkan mengerutkan dahi selama saya membaca novel. Saya fikir hanya ada dalam cerita kartun atau pemikiran manusia saja, tapi ternyata ada seseorang yang mengidap penyakit lebih dari anemia. Pengidapnya bisa-bisa menyuruput darah manusia dengan cara apapun.

Dalam novel ini, si penulis menelusuri keberadaan PORPHYRIA, sejarah tentang para pengidapnya. Ari menokohkan Nyonya Eli sebagai peminum darah segar tokoh-tokohnya. Nenek dari gadis muda berparas cantik bernama Lisa yang memiliki sebuah motel terpencil yang didampingi oleh pembantu Pak Brata dan Bu Brata yang senantiasa menjaga Lisa, anak dari majikannya Pandu Wijaya dan ibunya yang sudah meninggal dunia. Pandu Wijaya seorang dokter yang banyak membutuhkan organ dalam manusia dalam praktek kerjanya, dia jarang berkunjung untuk menjenguk anak dan ibunya di motel tua itu karena sibuk. Memanfaatkan hal ini, Dokter Pandu memerintah Pak Brata membunuh orang-orang yang menginap di motelnya agar dapat mengambil organ tubuh para korban. Sementara darahnya, menjadi santapan setiap hari ibu dari pak dokter itu, Nyonya Eli, dalam hal ini, Bu Brata yang selalu mengantarkan santapan itu ke kamar nomor 13, yang ditempati Nyonya Eli.

Yang lebih menegangkan, pembaca terbawa oleh cerita sebelumnya, yaitu berawal dari sebuah produksi film Young Direction Entertainment akan menggarap sebuah film yang diminati pada jamannya, horor, misteri, dibawah pimpinan Yogi Dirga serta disutradarai oleh Zirwan Rusli seorang sutradara yang sukses dalam menjalankan produksinya itu mengangkat artis baru, Virgil Albinia, Mimi Zerlinda, Irma Robia, si kembar Trista dan Trixie Juno, Addo Farman serta Saladin. Mereka inilah yang terjebak dalam motel terkutuk itu, satu persatu dari mereka mulai menghilang dari motel. Salah satu dari mereka bahkan ada yang melihat temannya terbaring dengan tubuh bagian dada terbuka lebar seperti habis di sayat benda tajam dengan darah mengalir pada sebuah kamar.

Novel horor yang pertama saya baca ini berhasil membuat saya takjub dengan tuturan kata penulis, banyak pengetahuan yang saya ambil dari novel ini, seperti vampir, kehidupan  porphyria, tokoh-tokohnya dan masih banyak lagi.

Disayangkan, novel ini tidak begitu semua orang tau keberadaannya, kecuali para penikmat novel misteri, selain itu, sangat minim peminat novel yang berbau horor, padahal banyak sekali pelajaran yang dapat diambil.
Sebenarnya ada pengobatan bagi para pengidap porphyria, tetapi banyak yang beranggapan salah, yaitu dengan cara meminum darah. Seperti pada novel ini Nyonya Eli, yang bertubuh tinggi besar seperti monster, sifat porphyria yang dimilikinya ini menurun pada cucunya Lisa, dia memiliki gigi taring yang mulai memanjang.

Wednesday, July 14, 2010

Aku Masih Kecil tapi Aku Harus Belajar Dewasa

Gemeritik hujan di sore hari yang begitu riuh ramainya suasana, karena jatuhnya tiap tetes air hujan yang dingin ke permukaan bumi yang telah di sinari oleh teriknya matahari di siang bolong tadi. Begitu sangat dingin.
“hujannya deras sayang, kita diem aja dulu disini ya?” ujar Mama yang melihat ke langit.
“iya mah, tunggu aja dulu mah.” balasku
Dari kejauhan guruku dan seorang wanita muda berjalan ke arah ku dan Mama. Wanita itu seperti anak Ibu Dewi.
“Randa, belum pulang? Nunggu ujan ya?”guruku bertanya. Aku hanya tersipu malu.
“ya bu, hujannya besar sekali.” Mama langsung menjawab pertanyaan Ibu Guru yang seharusnya aku jawab.
“ibu, lucu ya Randa, tinggi besar lucu lagi, itemnya lucu ya ,ngga kayak anak kelas 2 SD gede banget? iih.. gemes pingin cubit, boleh?” kata wanita itu menunjukan rasa geregetnya padaku. Aku hanya bersembunyi di belakangan Mama.
“ahh.. Randa memang selalu malu begini, masih kecil. Randa sayang tuh anaknya Ibu Dewi namanya Kak Lia.” kata Mamaku yang membuat aku semakin malu.
“Randa-Randa, ya sudah. Hujannya sudah mulai berhenti, kita pulang yuk!” ajak Bu Dewi.
“Besok sekolah seperti biasa ya, jam 3 sore, sekolah yang dulu belum selesai direhab, sepertinya sekitar 2 minggu lagi selesai.” lanjut Bu Dewi.
Memang 1 minggu terakhir ini sekolahku direhab. Tak salah aku sering sekali kecapean dan jatuh sakit.
Sore itu sudah pukul 5.30, aku bergegas pulang bersama Mama.
Sesampainya di rumah aku melihat perempuan memakai pakaian tidur membukakan pagar rumahku, itu ternyata Kak Chika. Kak Chika menyodorkanku handuk merah bergambarkan kartun kesukaannya Micky Mouse.
“Ayo masuk-masuk, di luar dingin sekali. Ayo masuk Mah, ‘de ntar sakit.”
Aku senang memiliki keluarga seperti ini, belum lagi kakak sulungku
“ade besok kakak bawain coklat ya, ntar tagih lagi ke kakak, kakak suka lupa. Hahaha” kata Kak Manda sambil tertawa lebar.
“iya kak” jawabku

Esoknya ..
“Kak Manda mau pergi sekolah ya? jangan lupa kasih ade coklat ya!”kataku manja.
“iyaya, hampir aja kakak lupa. Tapi ade belajar yang bener ya!!”ujar Kak Manda sambil memukul keningnya sendiri
Kak Chika pergi sekolah, Mama pergi bekerja, sementara Papa libur di rumah denganku.
Sorenya aku kembali sekolah dan untuk kali ini aku di antar Papa. Papaku tak tahu tempat aku sekolah semetara, Papa hanya tau sekolah yang sedang di rehab. aku tak menyadari hal itu. Karena aku melihat banyak temanku dan guru-guru di sekolah yang sedang di rehab itu, padahal kalau di lihat sekilas sekolah itu tak layak untuk di rehab, maksudnya masih bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
TING NONG … TING NONG …
Bel berbunyi tandanya masuk kelas.
“ade masuk ya, jangan ngobrol aja, perhatiin pelajarannya. Oya jangan berantem?” kata Papaku dengan nada menasihati
“iya Papa..” jawabku sambil melambaikan tangan
Papaku menunggu di luar, karena hanya 2 jam aku belajar.
Saat itu aku tak merasa ada yang aneh .. tiba-tiba ..
“anak-anak ibu keluar dulu sebentar, kalian mengerjakan dulu ya!” kata Bu Dewi sambil meninggalkan kelas
tak lama Bu Dewi mengintip kedalam kelas sambil tersenyum, dia melihat suasana di kelas, hanya aku seorang yang melihat prilaku Bu Dewi saat itu, Bu Dewi tak biasanya seperti ini. Lepas pandangannya dari kelas, hanya dalam hitungan detik, seluruh atap sekolah roboh .temanku ada yang berhasil keluar, sementara aku duduk paling belakang dan sangat jauh untuk menjangkau pintu kelas, akhirnya aku tak sadarkan diri.
Semua keluargaku berdatangan ke rumah sakit untuk mengetahui keadaanku.
Aku masih terbujur kaku.
“sayang bangun sayang!” suara lembut itu seperti suara Mamaku
“adeeeeee bangun.” Suara itu, suara Kak Chika yang teriak-teriak
“adeee Randa Juniar Rahmah BANGUN!” Kakak sulungku berteriak dengan kerasnya
Aku pun bangun, dan ternyata semua itu hanya mimpi ..
“ade mimpi ya?” kata Kak Manda melihatku aneh
Akhirnya aku bercerita .. aku tak tau apa yang terjadi jika itu benar-benar terjadi. Mungkin semua keluargaku akan menangis, dan selalu memikirkanku.
“mimpi itu keinginan yang terpendam!” ujar Kak Chika
“jadi maksudnya bakal terjadi?” kataku berkaget-kaget
“bukan-bukan, mimpi mah cuma khayalan aja kok sayang” Mamaku seperti menyalahkan Kak Chika
“sudah-sudah, sekarang ade mandi ya! kan mau sekolah!” lanjut Mama lagi.
“ya deh, tapi ade di anterinnya sama Mama aja ya!” kataku memanja.
“iyaya. Sama Mama. Sekarang mandi yuk” ajak Mamaku
Aku yakin mimpi itu bukan segalanya, melainkan hanya bayangan dan gambaran saja. Mungkin seharusnya aku berdo’a dan minta perlindungan pada Allah kapanpun dan dimanapun.

Saturday, June 26, 2010

Aku Masih Kecil tapi Aku Tak Pernah Dewasa

Gemeritik hujan di sore hari yang begitu riuh ramainya suasana, karena jatuhnya tiap tetes air hujan yang dingin ke permukaan bumi yang telah di sinari oleh teriknya matahari di siang bolong tadi. Begitu sangat dingin.

“hujannya deras sayang, kita diem aja dulu disini ya?” ujar Mama yang melihat ke langit.
“iya mah, tunggu aja dulu.” balasku
Dari kejauhan guruku dan seorang wanita muda berjalan ke arah ku dan Mama. Wanita itu seperti anak Ibu Dewi.
“Randa, belum pulang? Nunggu ujan ya?”guruku bertanya. Aku hanya tersipu malu.
“ya bu, hujannya besar sekali.” Mama langsung menjawab pertanyaan Ibu Guru yang seharusnya aku jawab.
“ibu, lucu ya Randa, tinggi besar lucu lagi, itemnya lucu ya ,ngga kayak anak kelas 2 SD gede banget? iih.. gemes pingin cubit boleh?” kata wanita itu menunjukan rasa geregetnya padaku. Aku hanya bersembunyi di belakangan Mama.
“ahh.. Randa memang selalu malu begini, masih kecil. Randa sayang tuh anaknya Ibu Dewi namanya Kak Lia.” kata Mamaku yang membuat aku semakin malu.
“Randa-Randa, ya sudah. Hujannya sudah mulai berhenti, kita pulang yuk!” ajak Bu Dewi.
“Besok sekolah seperti biasa ya, jam 3 sore, sekolah yang dulu belum selesai direhab, sepertinya sekitar 2 minggu lagi selesai.” lanjut Bu Dewi.
Memang 1 minggu terakhir ini sekolahku direhab. Tak salah aku sering sekali kecapean dan jatuh sakit.
Sore itu sudah pukul 5.30, aku bergegas pulang bersama Mama.
Sesampainya di rumah aku melihat perempuan memakai pakaian tidur membukakan pagar rumahku, itu ternyata Kak Chika. Kak Chika menyodorkanku handuk merah bergambarkan kartun kesukaannya Micky Mouse.
“Ayo masuk-masuk, di luar dingin sekali. Ayo masuk Mah, ‘de ntar sakit.”
Malamnya aku sekeluarga menonton tv, entah mengapa aku merasa pusing.
“Pah, nanti permainan di tambah lagi ya, silent hill ke PS-nya” ujarku meminta pada Papa.
“iya-iya nanti aja ya.” balas Papa lembut.
“Mah, ade ngantuk tapi ko pusing…”kataku pada Mama.
“Pusing? Minum obat ya. Tapi obatnya yang besar ‘de? Ngga apa-apa ya?” jawab Mamaku
Aku hanya mengangguk lemah, karena aku tak biasa lagi minum obat sebesar apapun, daripada aku harus disuntik kesakitan.
Sesudah meminum obat, aku pun tertidur lelap ..

Berat sekali kepalaku, saat aku bergegas ke lantai bawah ,aku disambut oleh Papaku.
“Ade awas jatuh, pelan-pelan”teriaknya keras
“ya Papa ..”ujarku
Aku langsung ke ruang tv untuk menonton kartun kesukaanku Spongebob.
“Sayang, hari ini Mama kerja, tapi Papa libur ko. Jadi kamu baik-baik ya di rumah sama Papa!” kata Mama dari kejauhan sambil membawakan nasi goreng dan susu.
Mama mulai menyuapiku ..

“Mah, Pah, ‘de. Kakak berangkat sekolah ya. assalamu’alaikum!”ujar ke-2 kakakku.
“Wa’alaikumsalam” jawabku Papa dan Mama.
Tak lama ..
“Pah, ‘de sayang. Mama pergi dulu ya. assalamu’alaikum!” Mama pergi sambil melambaikan tangannya padaku.

Aku bosan di rumah. Akhirnya aku main sepada di luar, tentu saja sepengetahuan Papaku di rumah.
Tetapi sekali mengkayuh, 2 kali, 3 kali, aku merasa pusing. Tapi itu tak telalu pusing. Sampai akhirnya aku pulang ke rumah.
“udah pulang sayang?” kata Papaku membalikan badannya dari komputer yang sedang dioprasikan.
“uda pah, mau maen PS..”jawabku
“udah jangan keluar lagi, di rumah aja, kalau di luar lagi panas”katanya lagi sambil melihatku
Di rumah, aku main PlayStation dengan game kesukaanku Mortal Kombat .. 1jam berlalu, 2jam..
“uh.. bosen maen PS aja” gumamku
Aku keluar lagi untuk bersepeda, sambil menuggu waktu sekolah.
Hari itu sangat panas sekali. Tak lama aku merasakan pusing yang amat sangat menggangguku untuk bersepeda, hanya kali ini terasa sakit perut. Aku pun pulang.

“Papa..!!” desahku memanggil Papa
“kenapa sayang?” tangannya menjulur ke arah dahiku
“aduh, panasnya tinggi! Ade pusing?” lanjutnya cemas
“ya pusing pah, sama sakit perut!”kataku memegang perut.
“bentar ya, Papa telfon Mama dulu.” Katanya panik
Pasti Papa menghawatirkanku kejang. Jika panasku tinggi aku kadang seperti itu, tapi sudah lama sekali aku tak mengalami itu lagi.
Tak lama Mama pun datang dengan wajah panik
Aku merasa badanku panas, dan aku tak sadar , seperti tertidur lelap, tapi aku tak dapat membangunkan diriku sendiri.
“nda sayang, sadar sayang, sadar !” suara kecil itu seperti suara Mama
“astagfirullah, ade bangun sayang. Papa ngga kuat liatnya!” suara lainnya seperti suara Papaku
Aku merasa badanku dingin dan tak lama aku pun sadar.
Aku langsung dilarikan kerumah sakit terkenal di Kota Bandung.
Setelah aku dipriksa dan dironsen, aku divonis usus buntu dan harus di oprasi
“ini harus cepat di oprasi!”kata dokter bedah itu
“tapi dok, anak saya baru masuk rumah sakit ini, dan keadaannya masih panas tinggi”kata ayahku kebingungan.
“besok harus di oprasi, bapak ini bagaimana? anak ini harus cepat di oprasi jika ingin panasnya turun, bapak lebih sayang biaya atau sayang anak?”kata dokter itu yang mulai emosi
“tapi .. baiklah kalau itu jalan anak saya untuk sembuh.”
Bagaimana kakakku di rumah, pasti mereka khawatir.
Esoknya hari Rabu pukul 10 pagi. Aku puasa seharian dari kemarin karena akan oprasi, dokter sudah siap untuk oprasi. seluruh anggota keluargaku cemas, dan terus berdo’a..oprasi kecil itu menghabiskan waktu kurang dari 2jam.

Selesai oprasi aku tertidur cukup lama. Dan sesudahnya aku harus puasa lagi, sampai aku membuang angin.
Hari demi hari keadaanku memburuk, Mama hanya bisa membaca ayat Al-Qur’an di sampingku, dan sesekali membasuh wajahku dengan air do’a. aku senang, tapi aku sangat haus dan terasa cape, aku pun tak kuat dengan keadaan seperti ini, selang infus dimana-mana, sesekali suster mengambil darah dengan suntikan, itu adalah musuhku.
Hari jum’at aku kembali dipriksa darah.
“ibu.. anak ibu demam berdarah.” Wajah dokter spesialis anak itu tak karuan
“demam berdarah ?” Mama kaget mendengar hal itu.
Aku seperti berada disebelah Mamaku saat itu, padahal aku ada di ruangan tempat aku dirawat.
Trobositku turun menjadi 7000. keluargaku berharap aku bisa sembuh dan bermain dengan sepupuku yang seusia denganku.
“padahal demam berdarah itu harus minum air putih dan sayuran, ini malah di oprasi dan Randa disuruh puasa. Itu hal yang berbanding terbalik, kan?”kata tante perempuanku
“kalau memang ini jalan yang terbaik dari Allah. Kita hanya bisa berdo’a dan melakukan yang terbaik” jawab pamanku

Sabtu siang 14 Februari 2009
Aku dibawa ke ruang ICU, dan untuk kesekian kalinya dokter menyuruh Mama keluar dan menjauhiku, aku hanya bisa menangis.
Aku memanggil Mama yang jauh dibalik pintu sana
“Mah .. Mamah !!” desahku
Aku diikat di ruang ICU, karena aku adalah anak yang tidak mau diam, aku panik, aku gelisah, sampai akhirnya aku tersenyum, ternyata itu adalah senyuman terakhirku. Aku telah disamping yang kuasa dengan umurku yang masih 8 tahun ini ikhlas meninggalkan keluargaku. Karena aku percaya adanya kematian.

Ayahku langsung mengetuk pintu dengan keras sementara dokter membereskan selang.
“tenang pak, ini masih kritis!”kata dokter yang masih sempat berbohong
“APA!! INI PASTI SUDAH TIDAK ADA, KRITIS APA?” Papaku berteriak dan memelukku untuk terakhir kali. Papa menangis semua keluargaku menangis histeris, guru-guruku juga, anak kecil yang mereka sayang, yang mereka banggakan, yang mereka puji dengan keadaanku, ternyata Allah-lah yang lebih sayang padaku. Di hari kasih sayang ini adalah hari terperih yang dialami keluargaku.
Tapi sudahlah, tak ada yang harus ditangisi. Aku sekarang bahagia telah duduk manis di surga, aku tak mempunyai dosa, tetapi aku merasa sedih apabila keluargaku menangis memikirkanku, aku hanya ingin do’a dari orang yang ku sayang.

Urusan dokter yang benar atau tak benar mengobatiku atau disebut malpraktek. Keluargaku sudah ikhlas, karena mereka yakin, semua akan ditanggung di hadapan Allah.